Wednesday, February 3, 2016

Cara Membuat BLOG

Membuat Blog
Selamat datang, calon blogger!
Saya akan memberitahu anda 2 fakta sebelum memulai:
  • Membuat blog itu sangat mudah
  • Tapi membuat blog yang sukses, tidak mudah
Anda mungkin tertarik untuk menjadi blogger setelah berkunjung ke beberapa situs blog besar di Indonesia, kemudian kagum dengan mereka.
Atau karena mendengar bahwa blog bisa menghasilkan uang.
Yang manapun alasannya, ini panduan yang tepat buat anda.
Saya tidak hanya akan mengajari anda cara membuat akun baru di Blogger/Blogspot dan cara instalasi WordPress. Ini sih 5 menit juga selesai.
Saya akan mengajari anda yang lebih penting lagi…
…yaitu cara membuat blog yang berpeluang tinggi untuk sukses.
Setelah selesai membaca artikel ini, anda akan bisa menciptakan blog yang keren, yang menarik, yang tidak kalah dengan milik para blogger terbaik di Indonesia.
Silahkan ambil segelas teh atau kopi, kita akan segera mulai.

…tapi sebelum itu, satu hal lagi

Semua blog yang sukses punya 1 kesamaan:
Blognya tidak dibuat secara asal-asalan.
Sebelum dibuat, mereka sudah punya gambaran seperti apa blognya nanti.
Maka dari itu, sebelum masuk ke proses pembuatan blog kita akan membahas perencanaannya terlebih dahulu.
Saya sangat menyarankan anda untuk mengikuti dari tahap 1.
Tapi kalau anda sudah tahu persiapannya seperti apa, klik tombol berikut untuk langsung menuju cara instalasi blog:

1. Tentukan topik utama blog

Mari saya beritahu 1 fakta menyeramkan:
Setiap hari ada 2,73 Juta konten baru yang diterbitkan blog di seluruh dunia. Lebih dari 70% dari blog-blog tersebut hanya mendapatkan 500 pengunjung per bulan.
Miris kan?
Kira-kira apa penyebabnya?
Ini beberapa yang utama:
  • Topiknya tidak jelas, berantakan
  • Topiknya tidak menarik bagi banyak orang
  • Topik yang dipilih tidak mereka kuasai
Begini…
Kalau anda hanya sempat membaca 5 blog sehari. Apakah anda akan memilih blog yang memiliki topik yang menarik dan konten yang berkualitas, atau yang tidak menarik?
Pasti yang topiknya dan kontennya menarik. Ya kan?
Itulah mengapa pemilihan topik sangat penting.
Ada 2 pertimbangan dalam memilih topik blog yang sukses:
  1. Harus menarik bagi banyak orang
  2. Harus menarik bagi anda sendiri
Poin pertama mungkin semua orang setuju, tapi poin kedua biasanya memancing perdebatan. Banyak yang tidak setuju.
Tapi coba dipikirkan…
…kalau anda tidak tertarik dengan apa yang anda buat, apa mungkin anda bisa membuat orang lain tertarik?

Topik mana yang bisa menghasilkan uang?

Berdasarkan survey yang saya lakukan beberapa waktu lalu, sebagian besar dari pembaca artikel ini ternyata ingin mendapatkan penghasilan dari blog.
Betul, blog memang bisa menjadi sumber penghasilan.
Tapi ada 1 mitos legendaris yang menyatakan bahwa hanya blog dalam topik tertentu yang bisa mendapatkan penghasilan.
Itu salah besar.
Semua topik bisa menghasilkan.
Asalkan konten yang anda buat mampu menarik minat banyak orang. Topik apapun bisa dibuat menjadi blog untuk berpenghasilan. Bahkan blog yang isinya lucu-lucuan.
Ini cerita dari pengalaman pribadi:
7-8 tahun yang lalu saya mencoba membuat blog dalam topik tax (perpajakan), karena katanya topik ini bisa mendapatkan banyak uang dari iklan.
Padahal saya sama sekali tidak tertarik dengan pajak.
Akibatnya…konten yang saya buat kualitasnya sangat rendah. Setiap kali menulis konten, rasanya stress. Akhirnya blog terbengkalai tanpa mendapatkan pengunjung sama sekali.
Jadi, jangan pilih topik yang tidak menarik bagi anda.
PENTING: Kalau anda ingin serius blogging untuk jangka panjang, janganpilih topik yang mengundang permasalahan hukum. Misalnya menyediakan lagu MP3, download film, konten dewasa, dan sejenisnya.

2. Pilih platform blog yang tepat untuk anda

Salah satu proses terberat dalam memulai blog sudah kita lewati.
Sekarang kita masuk ke yang lebih mudah.
Teknologi jaman sekarang sudah canggih. Dengan menggunakan platform blogging, anda bisa menulis di blog seperti menulis di Microsoft Word.
Ini 3 pilihan yang paling populer:
  1. Blogspot — hosted
  2. WordPress.com — hosted
  3. WordPress.org — self-hosted
Masih ada puluhan platform blogging lainnya, tapi saya tidak akan mempersulit pilihan anda dengan membahas yang kurang populer.
Perhatikan 2 istilah ini: hosted dan self-hosted.
Apaan tuh?
Hosted berarti blog anda ‘menumpang’ di website mereka. Jadi anda tidak akan punya website murni milik sendiri, dan alamat blog anda seperti ini:blogsaya.blogspot.com
Self-hosted kebalikannya.
Anda membuat website sendiri dengan platform bernama WordPress. Website tersebut akan 100% jadi milik anda, tetapi anda harus membayar untuk nama domain dan hostingnya.
Hmm…oke, lalu pilih mana?
Mari kita bahas satu per satu.
Pilih platform hosted kalau anda:
  1. Sama sekali tidak ingin keluar biaya
  2. Hanya ingin fokus dalam membuat konten, tanpa peduli urusan teknikal
  3. Rela terlihat sedikit kurang profesional
  4. Tidak masalah dengan keterbatasan fitur
Sebaliknya, pilih platform self-hosted kalau anda:
  1. Punya modal sekitar Rp 300ribu per tahun (untuk domain dan hosting)
  2. Tidak takut belajar hal baru
  3. Ingin akses penuh untuk kustomisasi dan penambahan fitur
  4. Ingin lebih dari sekedar blogging
Karena sangat fleksibel, WordPress self-hosted memang sering digunakan untuk fungsi yang lebih daripada sekedar blog.
Misalnya berjualan online, website bisnis, komunitas, dan lain-lain.
Saya pribadi selalu menyarankan supaya orang yang serius blogging untuk menggunakan self-hosted dari WordPress.org, karena akan lebih bagus dalam jangka panjang.
Tapi kalau modal anda benar-benar 0, tidak masalah.
Meskipun sedikit lebih repot, ketika blog anda sudah sukses anda bisa pindah dari hosted ke self-hosted. Banyak yang melakukan seperti ini, jadi anda bisa tetap mulai dari hosted.
Cara instalasi WordPress self-hosted akan dijelaskan di bawah.

3. Tentukan penyedia layanan hosting dan domain

Buat anda yang belum pernah dengar istilah ini:
Domain: nama/alamat website anda. Blog ini domain-nya PanduanIM.com. Hosting: tempatnya file-file blog anda disimpan. Seperti harddisk kalau di komputer.
Pengertian aslinya lebih kompleks, tapi jangan ambil pusing.
Keduanya menggunakan sistem sewa. Artinya anda perlu membayar setiap bulan/tahun ketika anda menyewa domain dan hosting. Tidak ada pilihan bayar sekali untuk seumur hidup.
Peranannya vital untuk blog.
Tentunya anda tidak ingin blog yang anda buat sering mengalami masalah seperti mati mendadak, atau tidak bisa diakses secara tiba-tiba.
Jadi, pilih penyedia domain dan hosting yang terpercaya.
Ini beberapa layanan domain dan hosting internasional yang biasanya direkomendasikan untuk pemula:
Harganya murah, dan untuk blog kecil-menengah biasanya tidak ada masalah.
Untuk menyewa hosting dan domain di situs-situs di atas anda membutuhkan kartu kredit atau PayPal ketika membayar.
Sayangnya, saya belum bisa merekomendasikan penyedia hosting dan domain Indonesia karena hingga sekarang pun saya masih menggunakan layanan internasional.

4. Tentukan nama domain

Nama domain akan selalu melekat pada blog anda.
Meskipun masih bisa diganti, tetapi bakal repot dan kalau salah bisa fatal akibatnya. Maka dari itu sebaiknya tentukan matang-matang nama domain di awal.
Ini 7 hal yang harus anda perhatikan:
  1. Sesuaikan dengan topik blognya
  2. Hindari nama yang mirip dengan website populer
  3. Mudah ditulis, diingat, dan diucapkan
  4. Sebisa mungkin gunakan .com
  5. Hindari tanda strip/minus (-) dan angka
  6. Jangan gunakan merek milik orang lain
  7. Cek juga ketersediaan username-nya di jejaring sosial
Beberapa orang mungkin tidak akan setuju dengan saya pada poin ke-4, karena sebetulnya ada ekstensi lain selain .com yang juga bagus.
Misalnya .org, .net, .co, .id, dsb.
Tapi alasan saya memilih .com karena merupakan yang paling diingat.
Saya punya blog dengan akhiran .co, .net, dan .org, tapi kenyataannya banyak juga orang yang salah ketik…yang mereka masukkan justru .com.
Jadi dahulukan .com, gunakan yang lain sebagai opsi terakhir.
Oh ya, hindari tanda strip (-) dan angka di domain karena orang-orang akan menganggap keduanya sebagai blog spam. KECUALI apabila memang brand anda menggunakan salah satunya.

5. Instalasi blog self-hosted dengan platform WordPress

Sekarang kita masuk langkah-langkah membuat blog.
Dalam artikel ini saya akan menggunakan NameCheap, HostGator, dan WordPress (self-hosted) sebagai contoh. Anda bisa menggunakan layanan hosting dan domain lain karena tidak jauh berbeda.
Membuat blog yang hosted tidak perlu saya jelaskan lagi karena anda hanya tinggal mengikuti panduan yang sudah langsung ada di websitenya. Terima kasih semoga bermanfaat.
Share:

0 comments:

Post a Comment

seputardunia77.blogspot.com. Powered by Blogger.

Pages